Penertiban Toko Modern dan Cukai Ilegal Antarkan Satpol PP Sukoharjo Juara Umum

Penertiban Toko Modern dan Cukai Ilegal Antarkan Satpol PP Sukoharjo Juara Umum

Penertiban sebanyak 58 toko modern yang tidak memiliki izin dan cukai ilegal, mengantarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo menyabet juara umum, Selasa (21/3).

Menurut Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, Kota Makmur menyingkirkan 34 kabupaten/kota lain yang memperbutkan trofi dari Pemprov Jateng. Ada sejumlah poin penting yang membuat Satpol PP membawa pulang tiga trofi untuk Kader Siaga Trantib (KST), Penegakan Perda dan Satlinmas.

“Juara 1 untuk KST dan Penegakan Perda. Sisanya Harapan 2 Satlinmas. Jadi kami juara umum,” kata Heru Indarjo, usai menerima tiga buah trofi dari Pemprov saat hari ulang tahun (HUT) Satpol PP ke-67 dan Satlinmas ke-55.

Lebih lanjut Heru menuturkan, poin penting yang mengantarkan juara umum, di antaranya soal ketegasan Pemkab dalam menertibkan sebanyak 58 toko modern yang tidak memiliki izin. Tidak hanya diperingatkan. Tetapi disegel sesuai dengan imbauan Bupati Wardoyo Wijaya, karena melanggar Perda nomor 9 Tahun 2010 tentang IMB, SIUP dan tanda daftar gudang.

“Kami getol menertibkan toko modern yang jelas-jelas tak berizin. Hal itu juga melindungi ekonomi rakyat seperti warung,” tutur dia.

Dia menerangkan, tidak hanya itu. Penindakan terhadap rokok tanpa cukai, juga mendapatkan porsi lebih sejak tahun lalu. Pasalnya banyak ditemukan rokok tanpa cukai yang merujuk pada UU Nomor 29 Tahun 2007, tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang cukui, merugikan negara. Bahkan dia mencatat tim di lapangan pada tahun lalu sudah menyita 35.000 rokok tanpa cukai.

“Begitu juga konsistensi penertiban galian C, PKL dan razia minuman keras. Ini dinilai tim Pemprov,” terangnya.

(Suara Merdeka.com) (Asep Abdullah/CN40/SM Network)

Share